KEBERUNTUNGAN MEMELIHARA IKAN KOI MENURUT FENGSUI

Anekapeliharaanhias---Banyak orang bertanya tentang apakah memelihara ikan Koi membawa Hoki dalam kehidupan karir dan rumah tangga? Jawabannya benar. Karena perihal tentang penempatan Koi Pond atau kolam Koi telah diyakini dari jaman dahulu kala. Pada zaman kerajaan China dahulu kala, ikan Koi telah dipelihara dalam kerajaan untuk meningkatkan “chi” keberuntungan serta keabadian, hal ini berkaitan dengan umur/ usia ikan koi ini bias dikatakan berumur relatif panjang.

Dua hal yang membawa keberuntungan ketika memelihara ikan Koi, yakni penempatan kolam yang berisi air dan corak warna tubuh ikan Koi diyakini membawa keberuntungan “hoki” kepada si pemilik, penghuni rumah/kantor, atau pun dimana kolam ikan koi ini dibangun atau ditempatkan.


Hanya saja kolam ikan yang dibangun seyogyanya disesuaikan menurut aturan fengshui, serta kedalaman kolam yang digali semestinya melebihi permukaan kolam yang berada di atas permukaan tanah.




Jumlah ikan Koi yang dipelihara dalam kolam umumnya delapan sampai dengan Sembilan ekor, dimana mengandung unsur-unsur pelambangan seperti, Delapan diartikan kaya (kemakmuran), sedangkan Sembilan mengandung arti forever (selamanya). Unsur Air meningkatkan Chi atau energi positif dalam gedung yang ditempati, serta melambangan sumber kehidupan yang selalu dibutuhkan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya.

Perawatan kolam pun sangat perlu diperhatikan, kualitas dan kejernihan air sangat menentukan  dan berpengaruh terhadap keseimbangan energi mahkluk hidup di dalamnya. Energi chi yang baik sebagai keseimbangan Yin dan Yang merupakan faktor penting dalam perawatan dan pemeliharaan ikan dan kolamnya.

Adapun posisi terbaik penempatan kolam Koi berada pada kutub Barat Daya, yakni 232,5° - 247,5° dan kutub Barat, yakni 247,5° - 262,5°. Posisi kutub Barat Laut dan Barat mengaktifkan kutub Logam atau Emas.

Demikian teng keberuntungan memelihara ikan koi menurut fengsui, semoga bermanfaat. terimakasih.

CARA MEMILIH INDUKAN CUPANG UNGGUL BERKUALITAS KONTES

Selamat malam para pencinta Betta Cupang mania, kembali admin akan mencoba mengulas sedikit tentang salah satu ikan hias yang menjadi pavorit banyak hobbis yaitu ikan Betta atau yang lebih dikenal dengan ikan cupang. Kali ini  kita akan melihat sedikit bagaimana cara memilih calon indukan ikan cupang yang bagus dan unggul berkualitas kontes sehingga memiliki performa yang kita harapkan. Sebenarnya tentang memilih indukan ikan cupang hias ini sudah banyak dibahas para hobbies dan penulis lain, masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda-beda tentang indukan ikan cupang yang bagus, unggung dan berkualitas ini. Hal ini karena berbagai indikator dan kategori yang berbeda-beda dari jenis cupang hias yang akan kita kawinkan dan dibiakan. Berikut ini akan kita bahas tentang memilih jenis indukan cupang hias secara umum yang meliputi keunggulan dari segi bentuk warna dan style umum dari bentuk tubuh cupang yang bersangkutan.

Untuk pembiakannya/mengawinkan ikan cupang, pastikan ikan yang ekornya lebar serta seritnya tidak tipis, bentuk ekor 180 derajat, tubuh besar serta ekor memanjang.

Pastikan ikan yang punya kebiasaan bermain di tengan atau basic air (bukanlah di permukaan air).

Gabungan warna cupang yang baik yaitu yang di ekor dengan sirip sempurna, tak berantakan.

Untuk tempat pemijahan, cupang tak perlu tempat luas. Cukup akuarium kecil, baskom, toples, atau ember plastik. Saat sebelum digunakan pemijahan, akuarium di rendam dengan larutan PK encer saat sebelum pada akhirnya dibasuh dengan air bersih, untuk menghindar jamur serta penyakit. dinding digosok serta dibasuh air. Air baiknya diendapkan serta didiamkan 3 hari saat sebelum digunakan.

Suhu yang diperlukan 21-31 derajat Celcius, atau standartnya 25 derajat Celcius. Dalam akuarium di taruh tanaman yang sudah dibikin bersih. Dapat berbentuk enceng gondok.

Sesudah tempat pemijahan usai, input terlebih dulu cupang jantan, tunggulah hingga cupang jantan bikin sarang-sarang busa, bila busa telah terlihat di permukaan air, masukan betina yang telah masak kelamin. Selang 3-4 hari perkawinan usai, serta betina membuahkan 200-400 telur yang telah dibuahi pejantan.

Angkat betina bila telah usai bertelur, biarlah jantan di permijahan. betina dipisah supaya tak mengonsumsi telurnya sendiri,tinggalah jantan sendirian, lantaran sangatlah menolong sistem penetasan, upayakan si jantan di beri makanan yang cukup supaya tak mengonsumsi telurnya, Serta demikian menetas, pisahkan pejantan

Pada umur 2-3 hari, benih tak perlu di beri makan lantaran dalam badannya masih tetap ada kuning telur. Barulah pada hari ke-4, di beri makan infusaria atau sejenis plankton yang dapat dibeli di toko ikan hias. Pada hari ke-8, burayak dapat di beri makan kutu air. Mengijak umur 1 bln., anakan cupang mesti dipisahkan sendiri-sendiri dalam botol (dapat botol aqua) untuk pembesaran.

Demikanlah cara  memilih Indukan Ikan Cupang Unggulan, semoga bermanfaat bagi sahabat pencinta ikan dan Cupang mania.

CARA MUDAH MEMBUAT SISTEM FILTERASI YANG BAIK UNTUK IKAN KOI

Anekapeliharaanhias---Sistim filterasi adalah suatu cara dan daya upaya dengan tujuan untuk menyaring segala macam dan ragam zat atau benda yang dapat mengurangi kualitas air yang dapat menurunkan, merugikan dan atau membahayakan kelangsungan hidup koi .

Biasanya banyak pemula yang membuat sistim filter tanpa berusaha menyelami makna filtrasi itu sendiri. Biasanya pemula yang belum mengerti, hanya berusaha membuat sistim filtrasi dengan tujuan bagaimana “ membuat air tetap  bersih dan dapat melihat koi dengan nyaman “ hal ini pada awalnya juga dialami oleh penulis.

Sebelum membahas lebih jauh tentang sistim filtrasi hendaknya kita coba untuk sedikit membayangkan komunitas yang ada dalam suatu  kolam.

Untuk hidup yang pasti yang dibutuhkan koi  adalah air dan oksigen. Air dibutuhkan karena memang koi adalah mahluk air, oksigen mutlak di butuhkan semua mahluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
Yang menjadi pertanyaan adalah air yang bagaimana ?

Dalam suatu kolam yang menjadi sumber atau penyebab  penurunan kualitas air itu sendiri bisa berasal dari komunitas itu sendiri atau dari luar kominitas.

Dari luar komunitas misalkan daun pohon yang jatuh ke kolam lalu membusuk, dan sebagainya. Dari dalam komunitas itu sendiri banyak sekali misalkan dari kotoron (feses koi) itu sendiri.

Yang perlu kita pahami disini adalah suatu kolam adalah suatu komunitas buatan dalam artian kolam itu adalah komunitas yang dibuat manusia bukan terjadi secara alamiah.
Bila suatu komunitas terjadi secara alamiah, proses terbentuknya pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama.

Kita membuat kolam sebenarnya bertujuan untuk membentuk suatu komunitas ( lihat artikel , KOI UNTUK PEMULA ), jadi tujuan pembuatan filtrasi itu sendiri adalah sebagai jalan pintas atau penyederhanaan siklus kedihupan dan ratai makanan ).

Apa yang harus disaring ?
Yang harus disaring dalam filter adalah hal – hal yang dapat mengurangi atau merusak kualitas hidup koi dan menggangu ketidak nyaman kita dalam menikmati keindahan koi.

Kotoran atau sampah yang pertama harus kita hilangkan, misalkan kotoran koi, sisa daun busuk dan sebagainya, sehingga air tetap jernih.

Apa itu sudah cukup ?
Tidak.
Nah biasanya bagi para pemula, mengapa sering gagal dalam pemeliharaan koi  karena dalam usaha filtrasi hanya bertujuaan bagaimana agar “ air jernih  saja “.
Air jernih saja belum cukup, air yang jernih  belum tentu baik untuk kehidupan koi , karena dalam suatu komunitas air banyak sekali terdapat kandungan zat – zat yang membahayakan kehidupan koi itu sendiri. Misalkan saja gas ammonia yang timbul atau dihasilkan oleh kotoran ( feses ) koi itu sendiri.

Filter Apa yang terbaik ?
Filter yang terbaik adalah filter dengan gabungan filter kimia, fisika dan biologi.
Filter fisika adalah sistim filter yang menyaring secara mekanis untuk kotoran – kotoran yang ukuran besar dan atau kasat mata. Misalkan daun busuk, kotoran ikan dsb.
Filter kimia adalah sistim filter yang menggunakan proses kimia. Misalkan untuk menetralisir racun atau residu obat – obatan yang kita pakai.
Filter biologi adalah sistim filter dengan menggunakan proses biologis.

Bagaimana  idealnya susunan sistim filtrasi ?
Susunan sistim filtrasi yang ideal adalah sisitim fisika, kimia, bilogi , dan kimia,  secara berurutan, namun  arti ideal disini tidaklah mutlak, yang menjadi dasarnya sebenarnya kebutuhan design kolam itu sendiri dan sumber air yang akan kita pakai.
Design kolam itu sendiri sangat menentukan bagaimana penempatan sistim filtrasi yang sesuai. Bila kita terlalu  memaksakan idealisme namun akhirnya kita kurang bisa menikmati kolam kita akan kurang menyenangkan, begitu pula apabila kita terlalu mengedepankan design tetapi terlalu mengabaikan sistim filtrasi nantinya kita akan kesulitan dalam pemeliharaan koi, hal ini tentunya akan menjadi hal yang tidak menyenangkan juga.
Disamping itu yang menjadi dasar sistim filter yang ideal tentunya adalah kualitas sumber air itu sendiri. Jadi maksudnya sebelum kita mendesign sistim filtrasi kita paling tidak mengetahui seberapa kualitas sumber air yang akan kita gunakan. Misalkan saja apakah mengandung zat besi yang terlalu tinggi, bila mengandung zat besi yang di luar batas toleransi maka kita dapat mendesign kolam dengan sistim button drain dengan airasi yang maksimal.

Bagaimana Mengetahu Zat – Zat  yang terkandung dari Sumber Air ?
Cara paling cepat dan tepat adalah memeriksakan sumber air kita ke Laboratorium, hasil dari laboratorium akan memberikan kita gambaran yang sangat lengkap.
Apabila anda pemula yang ingin membuat kolam dengan anggaran terbatas, memerikasakan sumber air ke Laboratorium tidaklah mutlak.
Sekarang tinggal anda meneliti lingkungan sekitar, misalkan apakah berlokasi di kota besar, dekat dengan lingkungan industri, dan sebagainya.
Menurut pengalaman penulis untuk daerah kota – kota kecil dan menengah apabila mengunakan sumber air sumur saja sudah cukup memadai, tinggal apakah lokasi sumur tersebut dekat dengan daerah industri atau tidak.
Yang sering menjadi masalah biasanya hanya terkendala dengan kandungan zat besi ( fe ) yang tinggi atau kandungan logam yang lain, hal ini bisa diatasi dengan memperdalam sumur atau memindahkan sumur tersebut ke lokasi yang lain kalau memang memungkinkan.
Kalau memang agak ragu dengan sumber air yang akan anda gunakan bisa mencoba dengan mengambil sempel air kedalam botol warna bening cobalah amati apakah air tersebut berwarna ? apakah berbau ? apabila ya biasanya sumber air tersebut kurang layak ‘
Apabila tidak dan anda masih kurang yakin cobalah untuk memdiamkan beberapa hari, apabila tetap jernih biasanya cukup layak untuk digunakan.
Apabila ada perubahan warna ( biasanya kekuningan ) itu berarti mengandung unsur logam ( biasanya zat besi ). Bila terjadi hal demikian sebaiknya anda mendesign kolam dengan sistim buttom drain ( saluran keluar  bawah kolam ), mengapa demikian ?
Air yang mengandung zat besi yang tinggi apabila tercampur dengan udara ( oksigen ) zat besi akan mengendap di dasar, apabila kolam anda menggunakan sistim button drain anda dapat membuang air bagian dasar tersebut, itu berarti kandungan besi di air tersebut sudah menurun cukup drastis.
Jadi Sistim filtrasi yang paling tepat sangat lah flexsibel, situasional, dan kondisional.


1. FILTER  FISIKA
Filter fisika atau filter mekanis bisa menggunakan berbagai macam media tergantung kreatifitas dan anggaran biaya yang kita siapkan.
Contohnya pakai dakron, pasir, brush, matras dan sebagainya, dengan kelemahan dan keunggulan masih – masing media.
Sistim fisika ini tidak harus memakai media filter seperti sistim filter yang lain.
Sistim filtrasi ini bisa kita buat tampa media, dengan mengintegrasikan kedalam rancangan kolam itu sendiri, sehingga rancangan kolam itu di buat sedemikian rupa sehingga sistim kolam itu sendiri berfungsi sebagai filter fisika.

2. FILTER KIMIA
Untuk kolam ikan koi juga digunakan filter kimia yaitu sistem filter yang menggunakan media yang dapat meningkatkan kualitas air dengan proses kimiawi. Contoh media yang dapat dipakai misalkan, arang, batu zeloit, batu karang, memakai sinar ultraviolet, dll.

3. FILTER BIOLOGI
Dalam sistim ini proses penyaringan dengan proses biologis dengan bantuan bakteri pengurai yaitu bakteri yang sengaja ditumbuhkan dengan media biobal atau kramik ring, lendir yang menempel pada biobal ini yang disebut nitrobacter yang tumbuh dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air.
Sedangkan media yang digunakan sifatnya hanya sebagai tempat tinggal bakteri pengurai itu sendiri dan juga berguna sebagai filter mekanis / fisika.
Media yang dapat dipakai misalkan bio ball, Matras, ring Keramik , atau dapat kita buat sendiri misalkan dari pipa PVC.
Filter biologi dapat juga dengan menggunakan media tanaman air misalkan Teratai, enceng gondok, dan sebagainya, yang lebih dikenal dengan istilah vergie filter.

Dari penjelasan di atas mungkin dapat diambil kesimpulan bahwa membuat racangan kolam dan filter untuk ikan hias koi ini, sangat flexsibel tergantung situasi dan kondisi serta kesediaan sumber daya yang ada.

Demikian cara mudah membangun sistem filterisasi untuk ikan koi, semoga bermanfaat, terimakasih.

Cari Artikel