MAKANAN ATAU PAKAN LOBSTER AIR TAWAR (LAT) YANG BAIK

Aneka-Peliharaanhias---Agar pertumbuhan Lobster Air Tawar (LAT) dapat maksimal maka perlu diberikan makanan/ pakan yang tepat dan memadai, berkualitas baik dari segi kandungan gizi nutrisi maupun jumlah yang sesuai dengan ukuran LAT yang kita budidayakan. Apa sajakah makanan atau pakan yang tepat untuk LAT? 

Pada umumnya LAT karena bersifat Omnivora atau pemakan segala, dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mudah kita temukan di lingkungan sekitar kita sehari-hari. Yang bisa bisa kita berikan antara lain:

1. Sayuran / umbi-umbian
  • Toge
  • Sawi
  • Wortel
  • Kangkung
  • Singkong
  • Ubi jalar 
  • Jagung basah diparut dan juga sayuran lain
  • Ketela pohon yang diparut dll.


Untuk makanan yang tidak tenggelam (mengapung) seperti toge sebaiknya diseduh air panas atau direbus dahulu sehingga bisa tenggelam. 

Untuk makanan seperti wortel, singkong, ubi jalar dapat diiris tipis memanjang seperti tusuk gigi atau di serut.

2. Tanaman air
  • Enceng gondok
  • Selada air 
  • hydrilla verticillata
  • Ludwigia-Inclinata-Green. dll 


3. Daging
  • Plankton
  • Usus ayam
  • Keong mas
  • Kutu air/ Artemia
  • Jentik Nyamuk
  • Cacing darah / bloodworm
  • Cacing, tubifex / cacing sutera
  • Cacing tanah (sebaiknya sebelum diberikan, cacing diendapkan sehari untuk menghilangkan kotoran dalam perut cacing)
  • Udang
  • Ikan mati dll.


4. Pelet (Pakan Buatan)
  • Pelet Udang
  • Pelet khusus LAT

*)Catatan: Pemberian pakan mulai dari pelet, sayuran, cacing (opsional) bisa dilakkukan secara bergantian setiap harinya.


Catatan Penting dan Saran untuk pemberian makanan/pakan LAT ini adalah :

  1. Komposisi pemberian pakan harus disesuaikan antara pakan pelet dan pakan alami (sayuran/umbi, tanaman air dan daging). Jangan terlalu berbeda karena akan mengganggu proses pertumbuhan LAT tersebut).
  2. pemberian pakan harus sesuai dengan takaran / disesuaikan dengan jumlah LAT dan ukuran media. Sebaiknya maksimal 5% dari berat tubuh LAT tersebut. (Perlu dipahami bahwa LAT tidak memiliki usus yang panjang seperti halnya ikan koki, sehingga LAT akan mengkonsumsi jumlah makanan yang sangat sedikit dibandingkan dengan ikan koki.
  3. pemberian makanan sebaiknya dua kali sehari yaitu 25% pada pagi hari dan 75% pada malam hari, karena LAT lebih banyak beraktivitas pada malam hari. Usahakan memberikan makanan pada jam yang sama.
  4. Disarankan untuk tidak memberikan pakan Pelet pada benih lobster yang berukuran di bawah 1cm, karena pelet terlalu banyak mengandung zat kalsium yang akan menyebab LAT akan sulit melepaskan diri dari kulitnya pada saat molting, oleh sebab itu dianjurkan menggunakan pakan alami saja.


Pemberian Pakan Benih di Kolam Pemeliharaan

Pemberian pakan benih ini termasuk masa perawatan benih lobster hingga siap dipindahkan ke kolam utama. Pakan yang tepat untuk benih lobster adalah cacing sutra, cacing sutra dapat memacu pertumbuhan benih lebih cepat. Porsi makanan untuk benih lobster adalah 3% dari ukuran tubuhnya, anda bisa menyesuaikan pemberian pakannya dari jumlah bibit yang ada.

Pemberian pakan dilakukan pada pagi hari sekiatar 25% dari kebutuhan porsi, kemudian berikan juga pakan pada sore hari. Pemberian pakan di sore hari-menjelang  malam sebaiknya dilebihkan sekitar 2 kali lipat dari jumlah Pakan waktu pagi (75%), karena benih anakan Lobster ini lebih aktif mencari makan pada malam hari.

Demikian tentang Makanan atau Pakan yang bagus jika diberikan pada Lobster Air Tawar (LAT), pemberian pakan ini sangat mendukung sekali terhadap peningkatan pertumbuh dari LAT yang kita pelihata. Ssmoga bermanfaat. Terimakasih.

CARA MUDAH BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR UNTUK PEMULA

Aneka-Peliharaan-Hias---Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Harganya yang cukup tinggi, sekitar 150-250 ribu rupiah /kg, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan teknik yang benar.  Habitat asli Lobster Air Tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau. Namun demikian, banyak sarana yang dapat digunakan.

Media budidaya lobster air tawar ini sangat bervariasi. Pada umumnya Lobster Air Tawar dibudidayakan secara extensif pada kolam tanah. Pada budidaya secara extensif petani hanya menaruh indukan pada kolam tersebut pada masa berkala kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang sudah memenuhi ukuran komersial akan dijual dan sisanya akan dikembelikan ke kolam tanah tersebut. Pada budidaya secara intensif petani mulai memberi pakan ke dalam kolam dengan berbagai macam makan sayur-sayuran termasuk pakan komersil.

Budidaya secara intensif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan secara extensive. Media lain yang sering digunakan adalah kolam semen atau kolam fiber (Tank). Kolam semen dan kolam fiber ini banyak digunakan untukmembesarkan burayak sampai berat sekitar 5 cm.  Di Indonesia budidaya lobster air tawar banyak dilakukan dalam sekala perumahan terutama pada pembenihan.


Budidaya lobster air tawar sangat cepat dan gampang, tidak seperti udang windu atau udang galah yang relatif lebih sedikit dan rumit. Orang awam pun dapat melakukannya sendiri baik dalam skala usaha kecil maupun besar. Dengan sedikit modal dan kemauan yang kuat, setiap orang dapat membudidayakan lobster air tawar.  Lobster air tawar tidak mudah stres dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan kebutuhan pakan, kualitas air, dan kebutuhan oksigen terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.  Jika dilihat dari iklim dan siklus musimnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan budi daya lobster air tawar sepanjang tahun. Lobster air tawar yang umumnya bertelur 4–5 kali dalam setahun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain kondisi iklim yang sangat mendukung, sumber pakan alami bagi lobster tersedia cukup banyak di alam dan mudah diperoleh. Dengan pakan alami tersebut, lobster akan tumbuh dengan cepat. Oleh karena budi daya lobster tidaklah sulit maka bisnis ini dapat digunakan sebagai usaha sampingan.



TIPS KEBERHASILAN USAHA

Tips 1
Gunakan indukan berukuran fisik besar (dapat menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur)sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2Cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu anda ketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan,(bertambah besar).Terutama pada proses pembesaran di aquarium,oleh karena itu guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin seiring dengan seringnya anda melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3hari atau seMinggu 1kali) tergantung tingkat kekeruhan airnya.

Tips 2
Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok Lobster lain terhadap Lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Oleh karena pada saat proses moulting, disamping kondisinya yang lemah,pada saat itu juga mengeluarkan cairan zat yang dapat merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster yang sedang tidak berdaya. Dan berikan juga pengaman pada tempat (Kolam atau Aquarium) agar Lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan dapat bertahan hidup hingga 8 s/d 12 jam diluar kolam/aquarium.

Tips 3
Berikan makanan tambahan/ektra, terutama pada malam hari, sekitar Pkl.19.00~21.00 secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang diantara sesama Lobster, oleh karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa. Jenis hewan ini tidak menebar bau anyir/amis seperti jenis udang atau ikan lainnya, jadi budidaya ternak dapat/layak dilakukan dilingkungan rumah/tempat tinggal.

Tips 4
Tentukan pilihan anda sebelum terjun ke dunia bisnis Lobster Air Tawar ini oleh karena cara pengelolaannya terdiri dari beberapa segmen, apakah anda sebagai : pedagang ; Ternak pembesaran ; Ternak pembibitan ;Ternak hobi/koleksi. hal ini perlu dilakukan agar langkah usaha yang anda jalankan bisa lebih terfokus. Baca juga buku sebagai referensi yang mudah didapat, dan salah satu penyedianya GRAMEDIA,yaitu Seri Agribisnis LOBSTER AIR TAWAR Pembenihan dan Pembesaran, penulis; R Hondo Wiyanto/Rudi Hartono, cetakan Jakarta 2003 dan Pembenihan Lobster Air Tawar Lokal Papua, penulis;Samuel Patasik, cetakan Jakarta 2004.

Tips 5
Apa bila pilihan Budidaya/ternak pembesaran,siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tetang sifat sifat yang spesifk dari hewan ini yang salah satunya adalah sifat kanibalisme yang tinggi.Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurang terampilan dapat ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skla besar. Dan apa bila pengetahuan tersebut sudah didapat, mulailah dengan prencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.

Tips 6
Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran hanya pembibitan lebih sensitif lagi,sebaiknya biarkan s/d usia +/-1.5 bulan baru pindahkan kekolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur Ph air, kemudian apa bila Ph air tidak ideal (Ph air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) dapat diatasi dengan cara memberikan additive Ph up ataupun Ph Down, guna mempetahankan Ph ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan Ph air bisa didapat di tempat penjualan accessories ikan hias terdekat.

Tips 7
Pilihan tempat,rencanakan lokasi penempatan aquarium maupun kolam pemeliharaan pilih yang nuansanya tidak bising karena hewan ini mudah stress oleh hal-2 yang demikian,terutama pada proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembang biakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya,dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 s/d 20 Cm dan supply oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone (gelembug-2 udara) dan Filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih.


PEMILIHAN WADAH PEMELIHARAAN 

Untuk budidaya lobster air tawar skala rumah tangga, ada beberapa wadah yang dapat digunakan untuk pemeliharaan. Yang terpenting wadah yang digunakan sesuai dengan ukuran lahan yang tersedia di halaman rumah atau ruangan dalam rumah. Wadah yang saya maksudkan adalah kolam, akuarium, bak plastik atau fiberglass.

Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan dalam budidaya dan pemeliharan lobster air tawar ini antara lain ;

- Akuarium

Penggunaaan akuarium untuk usaha budidaya lobster air tawar untuk skala rumah tangga merupakan pilihan yang sangat tepat. Ukuran akuarium untuk pemeliharaan dapat menyesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Akuarium dapat dibuat secara bertingkat, sehinggal lebih menghemat lahan, dan dapat memperbanyak jumlah akuarium. Jumlah tingkatan akuarium sebaiknya maksimal 3 tumpukan, agar kerangka penyangga tidak roboh. 

Tebal kaca untuk pembuatan akuarium sebaiknya setebal 0,5 cm, panjang akuarium sebaiknya 1 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,4 meter. Ketinggian air maksimum dalam akuarium sebaiknya 30 cm. Ukuran akuarium tersebut cukup untuk menampung indukan sebanyak 5 betina dan 3 jantan, sedangkan untuk benih dapat menampung 100 ekor benih ukuran 1 inch.

Pengawasan lobster yang dibudidayakan dalam akuarium juga lebih mudah dilakukan. Pasokan oksigen juga perlu diperhatikan agar kualitas air selalu terjaga, sehingga diperlukan aerator untuk menyuplai oksigen yang diperlukan oleh lobster air tawar Anda.


- Bak plastik atau fiberglass 
Pada dasarnya, penggunaan bak plastik atau fiberglass sebagai media budidaya lobster air tawar, sama dengan penggunaan akuarium. Hanya saja penggunaan fiberglass lebih tahan dibandingkan penggunaan kaca pada akuarium. Namun, harga bahan baku untuk pembuatan atau pembelian bak fiberglass lebih mahal dibandingkan dengan kaca akuarium. Ukuran bak yang digunakan sebaiknya mempunyai kapasitas minimal dapat menampung 200 liter air.

 - Kolam semen
Dalam budidaya LAT dalam sekala besar, kebanyakan para peternak menggunakan kolam khusus untuk budidaya LAT ini. Pembuatan kolam semen memang memerlukan biaya yang sangat besar.  Apalagi dengan harga semen yang cukup tinggi (berkisar Rp. 45.000,- Rp. 50.000,-/ karung). Ukuran kolam semen sebaiknya 2 x 1 x 1 meter atau minimal 1 x 1 x 1 meter. Ketinggian air dalam kolam paling tidak 30 - 40 cm. Kolam seukuran ini dapat digunakan untuk membesarkan benih berukuran 1 inch sebanyak 50-100 ekor.


External Density Unit 

External Density Unit merupakan teknik budidaya lobster air tawar menggunakan botol atau talang sebagai media, dimana botol yang telah berisi lobster kemudian dimasukkan ke dalam kolam (Lim, 2006). Syarat yang harus dipenuhi dalam pemeliharaan lobster air tawar adalah air sebaiknya bersih dan tidak terlalu keruh.
Secara umum air yang digunakan dalam pembesaran lobster air tawar yaitu dengan derajat keasaman (pH) 6-7, suhu 240C-280C dan tingkat kesadahan air yaitu 10-20mg/l sementara kandungan oksigen 3-5mg/l dan karbondioksida maksimal 10mg/l. Kelebihan lain lobster air tawar yaitu tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit jika kebutuhan pakan selalu terpenuhi, maka lobster air tawar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat (Lim, 2006).



FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA

1. Syarat Hidup Lobster Air Tawar

Lobster air tawar (LAT) pada umumnya dapat hidup pada selang parameter air yang lebar. Mereka diketahui toleran terhadap kandungan oksigen terlarut sangat rendah. Akan tetapi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik tentu tidak akan dapat dilakukan pada kondisi demikian. Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik mereka memerlukan kadar oksigen terlarut lebih dari 4 ppm.


2. Temperatur

LAT juga toleran terhadap suhu sangat dingin mendekati beku hingga suhu diatas 35 °C. Meskipun demikian untuk LAT-LAT daerah tropis hendaknya dipelihara pada selang suhu 24 - 30° C Pertumbuhan optimum akan dapat dicapai apabila mereka dipelihara pada selang suhu 25-29 °C.


3. pH dan Kesadahan Air 

LAT hidup pada perairan dengan kisarn pH sedikit alkalin yaitu antara 7-9. Mereka jarang dijumpai berada diperairan dengan pH kurang dari 7. Sedangkan kesadahan (kandungan kapur) air yang diperlukan adalah sedang hingga tinggi. Hal ini diperlukan untuk menjaga kandungan kalsium terlarut cukup tinggi untuk menjamin pembentukan cangkang mereka dengan baik.

4. Kualitas Air lainnya 

Berbagai laporan menunjukkan bahwa LAT muda sensitif terhadap kadar klorin tinggi. Oleh karena itu sering dianjurkan untuk menuakan air terlebih dahulu sebelum digunakan untuk LAT.

LAT diketahui pula dapat mengakumulasikan merkuri (Hg) dalam tubuhnya sehingga mereka sering dijadikan sebagai indikator pencemaran lingkungan. LAT sensitif terhadap pestidida, terutama dari golongan organoklorin, begitu pula residu-residu minyak. Hal ini hendaknya menjadi perhatikan bagi mereka yang ingin membudidayakan LAT secara terbuka, agar terlebih dahulu memeriksa dengan seksama sumber air yang akan digunakan.

Disamping peralatan pendukung, sumber dan kualitas air juga perlu diperhatikan.

Beberapa sumber air yang dapat digunakan untuk budidaya lobster air tawar, yaitu:

a. Air Tanah
Lobster air tawar sangat cocok dibudidayakan dengan air tanah. Namun kadar oksigen yang berasal dari air tanah sangat kurang. Sebaiknya, sebelum digunakan air tanah diendapkan dahulu selama 12 jam agar kadar oksigen terlarut meningkat. Aerator dapat digunakan untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut.

b. Air PAM
Derajat keasaman (pH) air PAM cenderung stabil, namun mengandung zat klorin (Cl) dan kaporit yang tinggi sehingga berbahaya bagi kelangsungan hidup lobster air tawar Anda. Solusinya, air PAM harus diendapkan selama 24 jam agar zat klorin dan kaporitnya menguap. Jika setelah 24 jam masih tercium bau kaporit maka perlu ditambahkan Kalium tiosulfat/Potasium tiosulfat dengan dosis 1 kristal/30 L air.

c. Air Sungai
Derajat keasaman air sungai cenderung stabil dengan kandungan oksigen yang berlimpah. Hanya saja, bila menggunakan air sungai berarti lokasi budidaya lobster tersebut sebaiknya berada di bantaran sungai. Air sungai yang digunakan juga harus memperhatikan limbah yang ada, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri.



TEKNIS MELAKUKAN USAHA

Budidaya lobster air tawar biasanya dibedakan menjadi usaha pembenihan dan usaha pembesaran atau merupakan kesatuan dari keduanya. Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci. Yang pertama kali diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Berikutnya adalah kolam untuk perkawainan dengan ukuran maksimal 1m2 untuk 1 set (5 ekor betina 3 ekor jantan). Medianya cukup mengunakan aquarium atau kolam semen. 


Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, Yang pertamakali dibutuhkan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran. Berikutnya adalah lahan yang yang cukup luas dan sebaiknya merupakan kolam tanah dengan ukuran maksimal 1 M2 untuk 10 ekor. Jantan dan betina harus dipisahkan untuk mencegah perkawinan selama pembesaran. Lobster jantan lebih cepat pertumbuhannya oleh karena itu pembesaran sebaiknya dilakukan pada lobster jantan.


PAKAN DAN MAKANAN LAT

Agar pertumbuhan LAT sesuai dengan yang diharapkan maka pakan yang diberikan harus mengandung nutrisi yang  sesuai dengan apa yang dibutuhkan LAT.  Nutrisi yang dibutuhkan LAT terdiri dari Protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Sekarang ini sudah banyak produsen-produsen yang memproduksi pakan LAT

Jenis-Jenis Pakan;

1. Pakan alami, biasanya dibudidayakan oleh peternak. Namun karena keterbatasan sarana dan prasaran biasanya peternak merasa kesulitan. Pakan alami yang dibudidayakan umumnya adalah chlorella, tetraselmis, dunaleilla, diatone, spirulina, artemia, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, cacing tanah dan cacing darah.

2. Pakan buatan sendiri, merupakan pakan yang diracik oleh peternak dari berbagai bahan seperti: tepung rebon, tepung ikan, cacing, wortel, toge, kacang hijau dan keong mas. Pakan racikan bisa dibentuk pellet atau pasta

3. Pakan komersil, yaitu pakan yang sudah jadi yang dioleh oleh perusahaan pakan ikan
Pemberian pakan sebaiknya 3% dari berat badan LAT dan diberikan pada pagi atau sore hari. Jika pakan tidak habis sebaiknya dibuang pada saat pemberian pakan berikutnya.


PENGENDALIAN PENYAKIT

Walaupun LAT dikenal lebih tahan terhadap penyakit   dibanding udang jenis lain, tidak berarti LAT bisa terbebas dari penyakit, penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.  Pada periode pembesaran virus yang menjadi penyebab penyakit pada LAT adalah:

1. White Spot Disease (WSD).
Penyakit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan sisi kolam mati. Untuk mengantisipasi serangan virus ini beberapa cara dapat dilakukan, yaitu:
1. menghindari masuknya LAT yg terinfeksi
2. mengurangi kepadatan penebaran lobster di dalam kolam
3. menjaga tingkat kada ammonia dan keasaman air
4. menghindari air yang sudah digunakan untuk budidaya udang lain
5. membersihkan alat yang sudah terinfeksi

2. Ricketsia-like organism.
LAT yang terinfeksi virus ini biasanya melemah dan kadang-kadang ditandai dengan adanya bintik hitam atau biru kehijaun pada eksokoletonnya. LAT yang mati karena virus ini badan dan kepala terpisah.

3. Jamur (Crayfish Plague).
LAT yang terinfeksi jamur ini umumnya jenis astacus astacus yang berasal dari eropa. Penularannya bisa melalui kutu asphanomices astaci atau bisa juga melalui peralatan yang digunakan. Selain virus tersebut di atas gangguan terhadap LAT disebabkan oleh hama, seperti: ular, tikus, burung, lele, dan ikan gurami.


PEMANENAN

Panen sebaiknya dilakukan pada cuaca dan suhu yang tidak terlalu panas, pagi atau sore atau malam hari. Hindari panen saat siang hari terik dimana biasanya banyak Udang lobster yang melakukan molting. Jika pada saat bersamaan dilakukan pengurangan air, dikhawatirkan lobster akan mati. Karena itu, panen yang dilakukan pada pagi hari sebaiknya sudah selesai sebelum menjelang siang.  

Beberapa teknik panen yang biasa dilakuan pada Budidaya LAT ini adalah:

1. Flow Trapping

Teknis Flow Trapping adalah sebagai berikut:
a. Turunkan air kolam sampai 2cm  dan persembunyian dikeluarkan dari kolam,
b. Tempatkan kotak penampung di sisi kolam, tempat aerator pada kotak penampung untuk mencegah kekurangan oksigen.
c. Pasang papan dengan posisi seperti papan luncur, dari dasar kolam ke sisi kolam tepat di atas kotak penampung.
d. Alirkan air pada papan tersebut
Naluri Lobster adalah mencari air segar, dia akan menuju air yang mengalir dari papan       dan memanjatnya setelah sampai atas lobster akan jatuh ke kotak penampungan.

2. Mengunakan Perangkap Pembuangan.

Caranya air dalam kolam dikeluarkan hingga tinggal 5 cm. Saat air dibuang, lubang pembuangan dipasang penyaring agar lobster tidak kabur. Setelah semua lubang persembunyian (shelter) dikeluarkan, lombster yang menempel pada media persembunyian bisa langsung ditampung dalam serokan. Selanjutnya air dikosongkan hingga kering dan sisa lobster yang masih ada tertinggal dapat diambil manual dengan tangan. Hati-hati terhadap jepitan tangan LAT sebaiknya gunakan sarung tangan khusus untuk memanennya.


Source : 
http://zionsilinggar.blogspot.co.id/
http://usahaopportunity.blogspot.co.id/2016/03/
http://mahmudsmadawangi.blogspot.co.id/2012/02/teknik-budidaya-lobster-air-tawar-cara.html
http://carabudidayalobsterairtawar.blogspot.co.id/2014/03/cara-panen-lobster-air-tawar-yang-baik.html

Cari Artikel